Archive for the ‘Puisi Senja’ Category

Bunda,ayah

Bunda,ayah

Aku… (kata orang) kini tlah dewasa.

Ah, siapa bilang?

Aku tetap bidadari kecilmu,

yang manja,

kolokan,

walau kadang pemberani,jika terhimpit keadaan.

 

Bunda,ayah

Andai aku bisa terbang…

Maka aku akan pulang,

dan memelukmu,

tak kan lagi kulepaskan.

 

Ah… bunda,ayah

terlalu indah jika kukenang semua.

Tulusmu… telah mengantarkanku ke kedewasaan.

Kasihmu… mengajarkan, bahwa aku harus menyebarkan cinta dan kasih sayang.

Senyummu.. adalah kekuatan.

 

Bunda,ayah

Semoga doa-doaku sampai ke haribaan-Nya,

dan untukmulah syurga.

Amin.

 

*sdg sangat-sangat kangen sm ayah dan ibu*

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu

~Sapardi Djoko Damono~

Dalam diam

Dalam diam…
Ku sekat semua bimbang dalam kepedihan
Ku rengkuh sgala tanya tuk jawaban

Dalam diam…
Ku ratapi sgala yang ada dan yang tak ku mengerti
ku hilangkan sgala asa untuk hati

Dalam diam..
Ku terisak antara bahagia dan kepiluan
Ku tersudut dalam tangis dan jerit hati
Ku tersenyum dalam kebingungan yang mendalam

Dalam diam..
Ku harapkan bahagia kan datang
Sambut dalam senyum
Dengan dekapan dalam cinta dan kasih sayang

Memoleskan pilu agar tak tergambarkan perih

Berkelana dijelaga biru penuh tangis
berlari-lari menimang kepedihan
beranjak menengahi problem hati yang kian menyibak
tak kuasa menahan akankah ia padam
berkalut tautan mutiara harapan
kini pupus ditengarai keadaan tak mungkin

sudah larut kah malam ini
mengapa tak pernah nampak cahaya bintang
lalu kemana mentari yang selalu menerangi
hilangkah dia diufuk langit
sepertikah itukah kenyataan yang dihadapi
doa ini tak mungkin dilantunkan
karena jika memohon dirimu menjadi milik
maka tangismu kehilanganya adalah pilu yang dalam
karena hatimu adalah untuknya

lantunan lirik yang kau perdengarkan
kini menyibak arti dan sangatlah dimengerti
diri ini bukanlah orang yang kau pilih untuk melupakannya
kau perdengarkan untuk pahami maksud hatimu

secarik kertas adalah luapan emosi yang nyata
merelakanmu adalah ikhlas adanya..
terimakasih juga untuk caramu
menyampaikan maksud itu

mencari cara meredam rasa ini
kesendirian ini membuat semuanya nyata adanya
melahirkan asa telah usai semua ini
cukupkan langkah karena yang ada hanyalah pedih
takut melihat airmata dan bimbang didirimu

senyum adalah tangis
memoleskan pilu agar tak tergambarkan perih……………..

Aku Hanya …

Aku hanya ingin menulis apa yang kurasa..
Aku hanya bisa menangis mengingat semuanya..
Aku hanya bisa diam saat sakit..
Aku hanya bisa berpura – pura bahagia..
Aku hanya bisa tersenyum saat hati menangis..
Aku hanya bisa pasrah menerima semua ini..
Aku hanya bisa menggores pena atas semua yang kurasakan..
Aku hanya bisa berdoa & memohon kepada-Mu Ya Rabb…

Karena aku cemburu

Kala hati merasa gusar..
aku terpana dengan satu igauan,
adakah karena aku cemburu?
namun yang pasti,
hatiku terlalu sayang padanya.

Cemburuku bukan untuk menyakiti,
cemburuku untuk menyayangi,
namun tahukah dirinya,
akan hatiku yang sentiasa untuknya.

Hari ini seperti selalu,
diriku terlalu ingat padanya,
ketenangan ku teruji,
bila diri ini…
terlalu mencemburui masa-masanya,
yang bukan untuk diriku.

Namun…ku harap..
cemburu ini tidak membunuhku,
meretakkan kasihku,
menghancurkan sayangku.
Jika hati ini setulus air zam-zam,
pasti daku menjadi insan bertuah,
hakikatnya diriku manusia biasa,
merasa cemburu jika dirinya tiada disisiku,
namun ku tahu…sayang ini adalah untuk dirinya.

Tengah Kesadaran Malamku

Rabbii..
Wa anta ladzi ma ya’lamu maa fii sodri..

Rabbii..
Sujudku yang tak khusu’
Doaku yang setengah hati
Sebutanku atas nama Mu yang tak kumaknai
Mohon ampunku yang tak ikuti dengan lakuku
Apakah berarti bagi Mu dan Engkau menerima yang bagian mana dari itu ?

Mengakui dosa-dosaku pasti akan lama dan panjang
Tapi menghitung kebaikanku rasanya secepat setiap sholatku menghadap Mu.
Banyak dari yang Engkau perintahkan kulanggar dan banyak dari yang Engkau larang kujalani.
Entah bodohkah, bebal, atau sedemikian sombong jiwa ini hingga aku tak mensyukuri nikmat Mu dengan mengingat nama Mu.
Hingga tak memohon ampun untuk setiap dosa yang nyata telah Engkau peringatkan.

Rabbii..
Aku hanya bersyukur ternyata Engkau tidak menutup hatiku, tidak membiarkan aku dalam jurang gelap yang lebih dalam.
Meski disetiap taubatku aku selalu tertatih-tatih, ku memohon masih diberi kesempatan untuk mencoba dan mencoba.

Engkau Yang Maha Mengerti isi hati manusia
Berilah aku hidayahMu bagaimana cara menghapuskan kesombongan di hati,
Cara menghapuskan iri dengki
Cara menghapuskan rasa ingin dipuji
Cara menghapuskan rasa berpuas diri dan lebih baik dari orang lain.

Rabbii..
Semoga cinta kepada Mu dan Rasul Mu yang pernah ada, Engkau semaikan lagi
Aku rindu hatiku yang tenang, damai, dan penuh rasa bersyukur.
Aku datang pada Mu dengan memohon ampunan Mu.
Dan bisa mensyukuri semua nikmat Mu memanglah harusnya merupakan syukur tersendiri.

T__T

Aku mau… (Kado Kehidupan)

Pagi ini,ketika tersadarkan dari lelapmu,kau awali dengan apakah harimu?
MengingatKu? bersyukur padaKu? atau justru melupakanKu dengan sgala rencanamu hari ini?
Aku melihatmu begitu sibuk dengan urusan duniamu,
Mengabaikan panggilanKu.. tidak mengulurkan tanganmu untuk duafaKu
Sehingga Atid-Kulah yang lebih banyak menorehkan catatan ketimbang RaqibKu

Aku melihat diantara kalian sebagian begitu lelah,bosan,tidak bersemangat mengawali harimu
Mengapa?
Adakah engkau menyesali atas ketentuanKu?
Adakah engkau lelah menunggu datangnya amanah anak yang ingin aku titipkan padamu?
Adakah engkau kesal menanti datangnya pendamping hidup bagimu?
Atau bosan menjalankan ibadahmu?
Adakah engkau berat menerima beban yang aku letakkan padamu?
Ketika Kuberikan ujian yang membuat sesak dadamu?
Meratapi ketentuan sempitnya rezeki yang Kuujikan dalam hidupmu?

Mengapa engkau menghendaki cepat apa yang Aku lambatkan?
Dan menginginkan lambat yang Aku segerakan?
Sesungguhnya yang Aku mau..
engkau menyerahkan dirimu,hartamu dan agamamu untukKu…

Tidak ridhokah engkau dengan kado kehidupan yang Aku hadiahkan untukmu?
Aku telah menunjukkan dengan jelas petunjukKu
Tapi engkau justru menutup hatimu,melalaikanKu,memilih kesenangan sesaat..

Aku mencintaimu,mengasihimu,memberikan rahmatKu
Namun hatimu lebih condong pada kekasih duniamu
Telah banyak kau korbankan waktumu untukKu demi dia
Sementara dia tidak pernah bisa mencintaimu seperti Aku mencintaimu
Air matamu mengalir karenanya tetapi tidak pernah menetes untukKu

Hari ini bertambah umurmu di dunia
Tetapi berkurang waktumu yang Kuberikan di dunia
HambaKu,jikalau engkau tidak ikhlas dengan kado terindah yang Kuberikan
Maka waktumu akan habis tanpa makna,sadarlah!
Mendekatlah padaKu..lebih dekat lagi
Agar Aku bisa mengulurkan rahmatKu yang selama ini tidak sampai padamu…

Note :

Aku yang penulis maksud di sini adalah Allah SWT.., dan puisi ini bukan Firman Allah atau Hadits Rasul SAW. Puisi ini hanya aplikasi penulis dari bentuk keprihatinan Allah dalam Az-Zuhd di artikel sebelumnya, yang memang pada kenyataannya,manusia itu seperti yang digambarkan Allah.

Mohon Maaf kalau ada kata-kata dalam tulisan ini yang kebetulan menyerempet keadaan pembaca yang sesungguhnya. Terima kasih,wassalam..

[http://bening1.wordpress.com]

.: Senja dariku :.

Senja Merah

- Senja Dariku -

saya terima kabar senja dari kotamu
kota yang selalu bernafsu membeli senja

baiklah…

ijinkah saya kirimkan segores senja
khusus untukmu.
senja yang terbuat dari ketulusan jiwa
sebagai sajadah dalam setiap sujudmu

.: Senja Berlayar :.

- Senja Berlayar -

suatu senja,
layar-layar berpendaran
diketuk-ketuk pohon cemara dari jauh,

suatu suara
tertangkap telinga
dan kita pun masih terjaga

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.