Sebuah renungan ttg kesuksesan

Assalamu’alaykum,saudaraku sekalian..

Mengejar kesuksesan adalah cita-cita, keinginan bahkan ambisi sebagian besar manusia. Tapi perlu kita berhenti sejenak untuk mengoreksi kembali apakah kesuksesan yang selama ini kita kejar mati-matian jangan-jangan salah arti dan pemahaman sehingga kita tersesat dan tidak pernah sampai pada kesuksesan itu sendiri. Ada sebuah renungan dari seorang teman, Selamat menikmati…

LIFE SO SHORT….

Saya coba menjabarkan kisah sukses saya berdasarkan pengalaman saya sendiri…. Saya banyak terpengaruh oleh kesuksesan Kelvin Hui (saya  beruntung bisa datang ke seminarnya tahun lalu di Jakarta ).

Kelvin Hui adalah seorang Web Publishing Businessman (Founder  ambatch.com & SEO Master), yang berhasil mendapatkan kontrak dengan  Yahoo! senilai 20 juta US  hanya untuk mempromosikan Yahoo! di  Hongkong , Korea & Jepang selama 3 tahun!

Yang menarik manusia ini justru sangat2 sederhana dalam berpakaian,  tutur katanya sangat halus namun penuh kebijaksanaan yang membuat  pemikiran saya berubah 180 derajat ttg kesuksesan.

Sukses itu sederhana, sukses tidak ada hubungan dng menjadi kaya raya,  sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem  waringin/the secret, sukses itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah  ANDA!  karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri…

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi  1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat,  itulah kesuksesan Anda kedua…

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1 di saat tiap  menit ada 10 siswa drop out krna tidak mampu bayar SPP, itulah sukses  Anda ketiga…

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, di saat  46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat…

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta org  mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda yang kelima…

Sukses terjadi setiap hari, Anda tidak pernah menyadarinya. ..

Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click! yg dibintangi Adam  Sandler, “Family comes first”, begitu kata2 terakhir kepada anaknya  sebelum dia meninggal…  Sakin sibuknya di Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai  tidak sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya, bahkan tidak
sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, keluarga nya pun  berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi ngga  kenal siapa ayahnya…

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa  terus2an jadi best seller dng membuat sukses mjd hal yg rumit dan  sukar didapatkan.. .  Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex,  pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya  istri cantik sprti Donald Trump, & resort mewah di Karibia…

Tapi buat saya pribadi yg bisa hidup dng sangat berkecukupan, saya  rasa sukses memiliki arti yang berbeda…  Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri Anda sendiri,  mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja….

Sukses sejati adalah hidup dng penuh syukur atas segala rahmat Tuhan,  sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik  kehidupan Anda, pada saat Anda gembira Anda, gembira sepenuhnya,  sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu  Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.

Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak munafik, tidak  menipu, apalagi scam, saleh & selalu rendah hati,

Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan,  tidak lagi menginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah  bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa  adanya dengan penuh syukur.

Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami ini  seperti roda pedati, ketika masih mahasiswa hidup begitu nelangsa cuma  mampu makan warteg 1 kali sehari dng nasi setengah + sayur gratis +  tempe goreng.  Tapi ternyata dl nikmat makan di warteg kok sama saja bila ibandingkan  ketika saya makan di restoran mewah di Amerika, toh…

Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah & terpal, hujan  keujanan, & panas kepanasan.  Tapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja yah bila  dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang, toh…

Saya dulu, pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 40 km Mas,  pakai baju lusuh, tas kotor & alat tulis seadanya, datang ke sekolah  selalu menjadi bahan tertawaan teman2 yg lebih kaya, tapi kok sama  saja toh enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy, sama2  nyampe jg ternyata, Mas…

Saya pernah diundang bos saya ke rumah barunya, utk menikmati ruang  auditoriumnya, ada speaker untuk karaoke, ada utk mendengarkan musik,  ada utk home theater, dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk  mendengarkan musik saja harganya 400 juta, saya disuru dengerin waktu  beliau putar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas &  petikan bass bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya  bosan juga toh, Mas.  Sama aja nikmatnya mendengarkan musik di komputer sendiri, speakernya  cuman Simbadda 100 rb…

Pernahkah Anda menyadari?

Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang uang hanyalah  alat tukar, Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.

Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun  atau beli mobil/motorkan kredit selama 3 tahun.

Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda, Anda  menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi  untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll…  Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda, tapi diri Anda sendiri,

Itu sebabnya mengapa org pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari  orang bodoh… Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau  membeli waktu Anda…

Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di  seminar bisa dibayar 200 juta ato harga 2 jam seminar Pak Tung bs  mencapai 100 juta!!!  Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan  sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike.
Suatu produk bermerk mjd mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi  karena produk tsb dipakai oleh siapa…

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan bisa terjual 80  juta dollar, sedangkan bola basket bekas dng merk sama bila kita jual  harganya justru malah turun…

Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat  dari jauh, mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika  kita kejar dng segenap tenaga kita & akhirnya kita sampai, yang kita  lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja ternyata…

Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas Anda masih mengejar  fatamorgana tsb ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat berharga  untuk sungkem sama orangtua yg begitu mencintai Anda, memeluk hangat  istri/kekasih Anda, mengatakan “I love you” kepada org2 yang anda  cintai:
orang tua, istri, anak, sahabat2 Anda.

Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih  sempat, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin  besok pagi, mungkin nanti malam, LIFE is so SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu  bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan  favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .

Enjoy ur life, life is so short…

Wassalamu’alaykum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s