Memoleskan pilu agar tak tergambarkan perih

Berkelana dijelaga biru penuh tangis
berlari-lari menimang kepedihan
beranjak menengahi problem hati yang kian menyibak
tak kuasa menahan akankah ia padam
berkalut tautan mutiara harapan
kini pupus ditengarai keadaan tak mungkin

sudah larut kah malam ini
mengapa tak pernah nampak cahaya bintang
lalu kemana mentari yang selalu menerangi
hilangkah dia diufuk langit
sepertikah itukah kenyataan yang dihadapi
doa ini tak mungkin dilantunkan
karena jika memohon dirimu menjadi milik
maka tangismu kehilanganya adalah pilu yang dalam
karena hatimu adalah untuknya

lantunan lirik yang kau perdengarkan
kini menyibak arti dan sangatlah dimengerti
diri ini bukanlah orang yang kau pilih untuk melupakannya
kau perdengarkan untuk pahami maksud hatimu

secarik kertas adalah luapan emosi yang nyata
merelakanmu adalah ikhlas adanya..
terimakasih juga untuk caramu
menyampaikan maksud itu

mencari cara meredam rasa ini
kesendirian ini membuat semuanya nyata adanya
melahirkan asa telah usai semua ini
cukupkan langkah karena yang ada hanyalah pedih
takut melihat airmata dan bimbang didirimu

senyum adalah tangis
memoleskan pilu agar tak tergambarkan perih……………..

3 thoughts on “Memoleskan pilu agar tak tergambarkan perih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s