[Kisah Nyata] Lelaki bertaqwa & taat pd ibunya

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Kali ini sy mau share tentang apa yang baru sj saya dengar dari ceramah dhuhur di masjid telkom siang ini [03 Nov 2010 12.07 wib].Ini merupakan kisah nyata dan membuat sy merinding dan berkaca-kaca mendengarkannya.

Bismillah..

Singkat cerita,ada seorang pemuda yang mempunyai paras wajah kurang baik (afwan,kasar kata,jelek),tidak tinggi,tapi pintar,sangat taat kepada ibunya dan bertaqwa kepada Allah (subhanallah sungguh Allah maha adil,ada kekurangan,pasti lebih banyak kelebihannya).Pada suatu hari pemuda ini berniat untuk melamar perempuan di daerahnya,perempuan yang dilamarnya pun adalah perempuan cantik2,tapi dari ke 5 perempuan yang telah dilamar,tidak ada satupun yang menerima lamarannya.. (Krn perempuan2 itu hanya memandang fisiknya saja)

Pemuda itu pulang menangis dihadapan ibunya. Lalu ibunya berkata “Kenapa engkau menangis nak?boleh wanita2 itu menolak lamaranmu,boleh mereka memandang mu rendah,tp disini ada satu wanita yang bangga mempunyai anak sepertimu” *Subhanallah,begitu besar cinta ibu kepada anaknya,sungguh hati ini rasanya bergetar hebat mendengarnya,rasanya air mata sudah mau memberontak keluar*

Dan pada suatu waktu,pemuda itu melamar pekerjaan di Perusahaan minyak P**tamina.Dari beribu2 orang yang melamar pekerjaan,singkat cerita hanya 2 yang lulus sampai tahap wawancara.Pada hari H waktunya pemuda itu wawancara,dia mendapati ibunya tidak ada dirumah semenjak subuh,dia menunggu sampai pkl.09.00,dimana itu adalah waktunya untuk memenuhi panggilan wawancara.Dalam hati ia berkata “Apakah aku akan mendatangi panggilan wawancara itu?sementara aku belum bertemu dengan ibuku dari subuh td.Ya…lebih baik aku tidak memiliki gaji,daripada tidak memiliki ibu”. Akhirnya pemuda itu tidak memenuhi panggilan wawancara tsb.Dia mencari ibunya kmn2,sampai matahari terbenam di ufuk barat,ibunya pulang ke rumah,dan ibunya bertanya “Nak,knp msh dirumah?bukankah tadi ada tes wawancara?” pemuda itu dengan yakin nya menjawab “Sy tidak akan pernah pergi kemanapun tanpa restu ibu,tanpa pamit dan mencium tangan ibu”. Langsung sang ibu melelehkan air matanya,menangis terharu karena anaknya begitu taat kepadanya.*Subhanallah,mari kita renungkan sejenak.Sudahkah kita bersikap demikian kepada ibu kita?*

Beberapa saat kemudian,pengumuman p**tamina pun keluar,tentu saja pemuda itu gagal krn tidak memenuhi panggilan wawancara.Dan yang diterima adalah teman satunya tadi (dg gaji 4,5 jt).Tapi pemuda itu tetap tenang,dia tidak putus asa.Suatu saat,dia mengirim lamaran lagi pada perusahaan minyak di abudabi,berkat doa ibunya,dia  lah satu2nya pemuda indonesia yang diterima,bahkan menjadi wakil di asia tenggara(dg gaji 45jt).Ibunya diajak ke abudabi,dan disana dia mendapat istri yang cantik jelita..

Subhanallah,bukankah banyak yang kita bisa ambil hikmah dari cerita diatas.Allah itu Maha Adil dan Janji Allah itu PASTI bagi hamba2nya yang bertaqwa dan taat kepada orang tuanya.Bahkan Allah akan melipat gandakan kenikmatan utk orang2 yang bersabar dan tidak berputus asa.

Semoga sedikit goresan diatas sedikit bisa membuka hati kita untuk lebih bersyukur dg apapun yang kita punya,bagaimanapun keadaan kita,dan sadar betapa pentingnya peran bapak ibuk kita dalam kehidupan kita..

Nb: Afwan sy tidak tau nama pemuda itu dan berasal dari daerah mana,mau tanya,tp tidak bisa.karena keterbatasan waktu,sesi tanya jawab pada ceramah tadi hanya utk ikhwan.Tapi yang pasti,insyaAllah kisah tersebut “nyata” dan tidak dibuat2.

Afwan jika ada kata yang kurang berkenan di hati…

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Advertisements

Dalam 7 Hari yang telah lalu & mungkin akan terulang

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kiriman email dari seorang teman yang isinya sangat bagus. Jujur saja saya merasa tersindir dengan isi artikel tersebut, yang mungkin secara sadar kita tahu dan merasa tapi tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki kualitas ibadah kita, Berikut saya bagi artikel tersebut buat teman-teman dan saudaraku sekalian, semoga bermanfaat….

Hari per-1, tahajudku tetinggal
Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi… enggan sekali aku membaca Al-qur’an walau cuma 1 juzz
Al-qur’an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun
dengan terbata-bata
Tapi… ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan
lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang ke selatan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disamping
kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa
Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum’at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa
nikmat & serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku
bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud

kematian, kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

¼ abad lebih aku lalai….
Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku…..
Amin….