Mohon Maaf Lahir & Batin

Assalamu’alaykum…

Lama sudah tak mengukir di senja merah ini,

Selagi masih di bulan syawal ini, saya mengucapkan mohon maaf lahir batin atas semua khilaf saya baik yg disengaja/tidak, mohon maaf jika dirasa ada tulisan saya yang kurang berkenan di hati para pembaca. Semoga kita semua masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan. Amin…

Advertisements

Corat-coret

16 Nopember 2010 (H-1 idul adha)…

Berusaha ttp tersenyum(walaupun sebenernya sedih bertubi-tubi T_T )….Kali pertama idul adha tidak bisa pulang,rasanya seperti ada yg kurang,ya…kumpul bersama keluarga,tidak bisa sholat idul adha dirumah.Di kospun ramai sekali (walaupun sejatinya sangat-sangat sepi,anak2 kos pada pulang,hanya tinggal ane seorang.hiks),ramai karena ada senyum dan doa mereka,keluarga yg selalu ada dihati,ada benang rajutku yang setia banget nemenin dr bangun tidur sampai tidur lagi(ups kok jd kyk lirik lagu :D),dan yg lbh pasti lg always ada Allah SWT yang sllu melindungi.amin..

*(rasanya kok akhir2 ini mellow banget),dgr suara takbir berkumandang,jd pengen nangis,nangis terharu dan nangis sedih 😥 *

Allahu Akbar – Allahu Akbar –Allahu Akbar – La Ilaha Illa-llahuAllahu Akbar – Allahu Akbar – walillahi-lhamd

 

Ya Allah,paringi kulo sabar dan smg saget ttp tersenyum dan legowo 🙂

:: Untuk semua umat muslim,selamat merayakan idul adha ::

Bla bla bla

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh (utk semua pembaca [yang mau baca])

Lama jg rasa-rasanya nggak update blog.. Afwan sebelumnya judulnya aja sdh g jelas,bla bla bla,kayaknya bakalan jd sesi curhat. 😀

Skrg pun nggak tau apa yg mau di tulis,yg pasti skrg rasanya lg dalam kondisi down,jenuh,kangen rumah,de el el +++ gregeten sm rekan kantor yg sangat2 g bertanggung jawab sm kerjaan,akhirnya ane yg hrs nanggung kerjannya dan kalau salahpun ane juga yg disalahin +++ ada miss.x yang tiap hari suruh ngambilin minum,sehari bisa 3x (gara2 dudukQ deket galon).huff.. Kita dikarunia  tangan,kaki yg lengkap utk apa?bukankah seharusnya disyukuri,digunakan untuk hal yg bermanfaat,bukan nambah susahnya org lain *astaghfirullah* wajar nggak sih kyk gt? 😥

 

::Ya Allah,paringi kulo sabar::

Indahnya kebersamaan

Kebersamaan??Kebersamaan itu indah saat2 bersama keluarga,bisa kumpul dg ayah ibu,adek2..Sungguh itu semua sangat sederhana tapi menyimpan makna yang luar biasa bahagia..

Beberapa minggu yang lalu,tak sengaja sempat memotret kebersamaan bersama keluarga.Hanya momen yang sederhana,hanya makan siang bersama di sebuah kota menuju surabaya,dengan tempat yang sederhana pula.Justru kesederhanaan itu yang menyimpan makna.Dengan agak terharu dan sng mereka mengantarQ kembali ke sby.Entah bgmn aq ingin mengucap “matursuwun” kpd mereka,dan ingin mengungkapkan bertubi2 sayangQ kepada mereka.Hanya dengan melihat semuanya tertawa,tersenyum..di hati terasa sejuk membahagiakan.

Ini potret2 orang yang paling kusayangi di dunia ini (Setelah Allah tentunya) :

Keluarga Kecil Bahagia
Keluarga Kecil Bahagia,i love all

Utk ayah ibu,puisi ini untuk panjenengan :

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka…….

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa’at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa’at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..

Jika orang yang jatuh cinta bisa memilih

Posted by Irvan Syaiban in Cinta.
trackback

jika org yg jatuh cinta bisa memilih

Waktu kecil saat liburan, saya sering ke rumah famili di kota sebelah yang terhitung masih kakek nenek saya. Jarak beberapa rumah dari rumah famili saya tersebut, tinggallah seorang tua yang konon juga masih terhitung kakek saya. Kami memanggilnya Eyang Gus.
Eyang Gus mempersilakan siapa saja bertandang dan bermain di rumahnya, termasuk anak-anak kecil seperti saya waktu itu. Dia selalu menyediakan minuman dan makanan bagi kami.
Ada yang terasa aneh dengan Eyang dan rumahnya. Rumah itu terlalu sepi. Hanya Eyang saja yang tinggal di rumah itu. Saya tak tahu ada apa dengan hal itu. Walau hati bertanya, saya menikmati di rumahnya yang kuno, berhawa dingin, penuh furniture kuno, dan buku-buku berbahasa Belanda.
Setelah agak besar, saya mendapat penjelasan dari kakak saya; penjelasan tentang kehidupan Eyang yang sepi di rumah yang dingin itu. Konon, di masa mudanya Eyang pernah jatuh cinta kepada seorang gadis dan menjalin hubungan cinta dengan gadis tersebut. Begitu cintanya Eyang kepada gadis itu hingga dia memutuskan untuk menikahinya. Sayang, niat itu tak kesampaian. Cintanya tak berakhir di pelaminan. Saking cintanya terhadap gadis itu, Eyang tak menjalin hubungan cinta dengan gadis lain lagi. Eyang tak pernah menikah seumur hidupnya.
Saat saya kuliah, sebuah buku menarik tentang cinta diterbitkan. Aslinya, buku ini berjudul Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Mustasyqin, karya seorang ulama, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Judul terjemahnya tak berusaha mengganti judul aslinya, Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.
Ada beberapa ungkapan menarik tentang cinta yang masih saya ingat-ingat dari buku itu. Salah satunya adalah, jika orang yang jatuh cinta bisa memilih maka ia akan memilih untuk tidak jatuh cinta.
Cinta merupakan atribut kehidupan manusia. Pun cinta kepada lawan jenis. Ia adalah fitrah hiasan umat manusia. Seorang yang bernama manusia akan dan pernah jatuh cinta kepada manusia lain. Ini adalah sesuatu yang tak bisa kita tolak.
Lalu mengapa memilih untuk tidak jatuh cinta? Jatuh cinta kok tidak dipilih? Cinta kan indah dan menyenangkan? Awal dari cinta memang merupakan keindahan. Namun pertengahan cinta adalah kegelisahan. Orang yang dimabuk cinta pastilah pernah merasakan penderitaan kegelisahan ini. Gelisah karena menahan beratnya kerinduan. Gelisah akan ketidakpastian apakah orang yang ia cintai benar-benar akan menjadi miliknya. Gelisah ketika orang yang ia cintai ternyata bisa menyakiti.
Seorang penyair bersenandung, “Tak seorang pun di muka bumi yang lebih sengsara dari seorang yang dilanda cinta, meskipun ia mendapati cinta itu manis rasanya. Setiap saat engkau lihat ia selalu menangis, entah karena enggan berpisah atau karena rindu yang membara. Jika sang kekasih jauh, ia menangis karena rindu, jika dekat ia menangis karena takut berpisah.”
Bahkan akhir cinta bisa merupakan kehancuran. Konon, tersebutlah kisah cinta seorang pemuda bernama Qais yang tergila-gila terhadap seorang gadis bernama Laila. Akhir nasib Qais begitu mengenaskan. Ia menjadi gila karena cintanya kepada Laila. Cerita Eyang Gus saya adalah episode lain dari akhir tragis sebuah kisah cinta.
Kegelisahan dan kehancuran inilah yang membuat cinta tidak dipilih. Sayang, orang yang jatuh cinta tak bisa memilih untuk tidak jatuh cinta. Cinta datang begitu tiba-tiba. Kedatangan cinta membuang kesadaran jauh ke belakang. Ketika kesadaran itu kembali mendatangi, sadarlah orang yang jatuh cinta bahwa dirinya sudah terjerat cinta. Ada ungkapan, cinta itu bertindak dulu baru berpikir. Betul juga.
Cinta memang tidak bisa ditolak. Datangnya cinta memang begitu tiba-tiba. Datangnya cinta bukanlah sebuah dosa. Abu Muhammad bin Hazm berkata, ada seorang laki-laki berkata kepada Amirul-Mukminin, Umar bin Al-Khaththab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya saya melihat seorang wanita lalu saya sangat cinta kepadanya.” Umar berkata, “Itu adalah sesuatu yang tak mungkin dibendung.”
Kedatangan cinta hanya perlu disikapi dengan bijak. Cinta hanya perlu diatur, dimanajemen. Manajemen cinta kepada lawan jenis yang terbaik adalah dengan menikahi orang yang dicintai. Jika belum mampu, puasa, menahan diri dalam bergaul dengan lawan jenis adalah solusinya.
Saya tak tahu bagaimana hati Eyang Gus menjalani hidupnya. Apakah kegelisahan cinta itu masih ada dalam hatinya, dalam hari-hari kehidupannya. Apakah ada kehancuran yang disembunyikan di balik dinding-dinding rumah yang dingin itu. Saya tak tahu. Saya menghargai kesetiaan orang yang mencintai, namun bagi saya kesetiaan seperti itu tidaklah perlu diwujudkan dengan hidup membujang hingga akhir kehidupan. Jika merajut cinta berumah tangga disikapi sebagai ibadah, tentu kesetiaan cinta tak menghancurkan jiwa.
Eyang Gus telah meninggal. Tak meninggalkan istri apalagi keturunan. Sudah sekitar dua puluh tahun saya tak bertandang ke rumah itu. Terakhir, rumah itu diurusi oleh keluarga famili saya. Rumah dingin itu menjadi saksi kehidupan seorang lelaki dengan kesetiaan mencintai. Rumah itu seakan bercerita, “Aku adalah saksi, bahwa orang yang jatuh cinta tak bisa memilih untuk tidak jatuh cinta.”(*)

Cintai aku sepenuh hati

Di dalam hatimu
T’lah aku temukan
Arti kebahagian

Bersama dirimu
Aku merasa berarti

Sanggupkah dirimu
Untuk bertahan
Hingga waktu tak berjalan

Mencintaiku
Walau bintangku tak terang

Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku
Tak ingin kau pergi
Takkan mampu ku hadapi dunia ini

Betapa hidupku takkan pernah sama
Bila kau tinggalkan ku
Tetaplah disini saling memiliki
Selama-lamanya

Tiada arti semua bila kau pergi

Genggamlah tangganku dan peluklah diriku
Saatku jatuh nanti menangis sepi

Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku
Tak ingin kau pergi
Cintailah aku sepenuh hati
Tak ingin kau pergi
Takkan mampu ku hadapi dunia ini
Tiada arti semua bila kau pergi

*Ingin q persembahan utk someone(wallhualam) yg kelak akan mnjdi imamq.. 🙂

Mencoba ikhlas saat hati tidak bisa ikhlas

Mencoba ikhlas saat hati tidak bisa ikhlas

Mencoba Ikhlas dengan keadaan yang tidak bisa membuat kita ikhlas adalah suatu yang sulit, tapi ternyata dengan Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna, dan kemarin saat saya berusaha untuk ikhlas saat sebuah masalah menghampiri saya, memang agak sedikit susah, tetapi saya mencoba untuk bermunajad dan mengikhlaskan atas ketidak ikhlasan yang terjadi pada apa yang terjadi, insya Allah pasti ada hikmah dibalik semua cobaan yang terjadi.

Ikhlas
Ikhlas

Rasa Ikhlas bisa berkaitan dengan kebahagiaan. Jadi jika kita bisa membuat dan mengkondisikan suasana hati kita pada posisi ikhlas maka kita akan merasa bahagia atau tenang. Pernahkan kita tiba-tiba hati kita merasa bahagia tanpa sebab apapun. Rasa itu sebenarnya diakibatkan oleh rasa Ikhlas atas apa yang kita terima baik saat karunia yang kita dapat atau musibah yang kita dapat.

Selain membuat diri merasa bahagia dan tentram, apa sih manfaatnya disaat kita ikhlas? Jika kita Ikhlas kita akan merasa kita menyerahkan semua masalah kita kepada Tuhan. Doa kita akan diterima jika kita merasa ikhlas. Jadi kita sebagai manusia adalah makhluk yang lemah ini akan berubah menjadi makhluk yang kuat se alam semesta jika kita pada zona Ikhlas atau berserah diri kepada Tuhan, karena segala keinginan kita mungkin akan di kabulkan. Yang lebih kuat dari gunung adalah besi, yang lebih kuat dari besi adalah api, yang lebih kuat dari api adalah air yang lebih kuat dari air adalah angin. Yang lebih kuat dari angin adalah manusia yang ikhlas.

Perlu diingat saat ditimpa suatu musibah pasti akan sulit kita ikhlas menerima apa yang terjadi kepada kita, tapi coba lagi ingat dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, Setiap tangisan pasti akan ada sebuah senyuman. Seorang yang ikhlas akan memiliki kekuatan yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya yang selalu tenang dan damai.

Seseorang yang selalu meratapi apa yang terjadi, menyesali kesalahan atau kekeliruan yang dibuat dan terpaku pada waktu mereka yang terbatas hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan dan keputusasaan dengan sebuah keikhlasan menerima apa yang terjadi, akan membuat kita kembali menatap sesuatu kejadian dengan penuh pesona, terima dengan ikhlas apa yang kita miliki, apa yang terjadi, dan apa yang menimpa kita, maka tidak akan ada lagi sesuatu menjadi sebuah beban.

Janganlah pernah merasa terlau terhimpit, terkekang karena di dunia ini segala sesuatu pasti berubah, saat hati tidak bisa ikhlas, coba lah berdoa untuk bisa ikhlas atas ketidak ikhlasan kita. tataplah masa depan, jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, karena pasti dibalik sebuah permasalahan pasti akan muncul kemudahan. Satu hal ikhlas itu tidak berarti pasrah, ikhlas itu menerima dengan baik apa yang terjadi, dengan tetap berusaha mencapai apa yang kita inginkan.

Menjadi ikhlas saat hati tidak bisa menjadi ihklas adalah tetap yang terbaik, ujian atau cobaan pasti akan terus mengalir, ikhlas menerima dan sabar menjalani adalah sebuah kunci dalam menjalani semua yang ada.

“YA Allah ikhlaskan hamba atas ketidakihklasan hati, Asal Engkau terus bersama ku ya Allah”

Bukankah ini lucu ???

Lucu…Bagaimana kita mempercayai apa kata Koran, namun mempertanyakan apa kata al-Qur’an…!?

Lucu…Bagaimana kita kehilangan kata-kata saat berdo’a, dan betapa lancarnya ketika ngobrol dengan teman…!?

Lucu…Bagaimana uang 100 ribu rupiah nampak begitu besar ketika kita sumbangkan ke Mesjid, dan begitu kecil saat kita belanjakan di Super Market…!?

Lucu…Betapa lama rasanya 1 jam beribadah kepada Allah Ta’ala, dan betapa sebentarnya waktu 60 menit berlalu untuk main golf, memancing, atau nonton sepak bola…!?

Lucu…Betapa beratnya membaca satu juz al-Qur’an, dan betapa mudahnya membaca 500 lembar novel ternama…!?

Lucu…Bagaimana kita butuh waktu 2 – 3 minggu untuk merencanakan suatu kegiatan Islami, namun sanggup merencanakan kegiatan lainnya dalam sekejap…!?

Dan begitulah…
Hal-hal lucu gak selamanya menjadi hiburan bagi jiwa kita, karena ada juga hal-hal lucu yang perlu kita renungi…

Bukankah ini lucu…???

Mereka yang kurindu

Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela

dari tempatku bersandar seiring laju bus

membawaku melintasi tempat-tempat yang indah

membuat hidupku jadi penuh riuh dan berwarna

kulepaskan rinduku setelah aku kembali pulang

Yang wajah-wajahnya selalu kuingat. Yang tiap wajah punya ruang di dalam hatiku. Yang masing-masing wajah punya cerita bersamaku. Setiap wajah selalu punya sesuatu untuk dibagi bersamaku. Yang tiap wajah selalu kurindu. Merekalah yang kurindu.

Yang smsnya selalu kutunggu. Yang smsnya selalu mebuatku tersenyum. Yang isi smsnya terkdang membuatku tertawa hingga terjengkang. Yang smsnya selalu membuatku semakin merindukan mereka. Merekalah yang kurindu.

Yang suaranya selalu bergema di telingaku. Yang telponnya selalu kutunggu tiap malam. Yang tiap kali bicara denganku selalu meneduhkan hatiku yang bagai riam. Mereka itu yang kurindu.

Yang ketiadannya membuatku sepi, sepi yang mengiris hingga ke ulu hati. Yang rasa sepinya selalu membuatku menangis di tiap kali sujud. Yang dalam tiap kali tangis, nama merekalah yang terucap dan doa Robitoh kupanjatkan. Mereka semua yang kurindu.

Yang tiap kebaikannya selalu kukenang. Yang tiap amarahnya selalu menyadarkan. Yang doa mereka selalu mengiringku berjalan. Yang selalu ada maaf setiap kali aku salah. Mereka adalah orang-orang yang kurindu.

Yang selalu temaniku di tiap langkahku di jalan-jalan yang asing. Yang selalu meramaikan hidupku yang terkadang sendiri. Yang selalu bercerita tentang cinta. Yang selalu membuatku bahagia. Mereka itu yang kurindu.

Yang selalu ada di hati dan takkan pernah mati. Yang tiap kejadian bersama mereka akan selalu abadi. Yang tak pernah benci walau sudah kusakiti. Yang siap setiap saat tiap kali kumencari. Yang mengajariku tentang cinta yang hakiki. Mereka semua sangat kurindu.

Yang mendukungku tiap kali aku mulai lompatan besar. Yang menyokongku dengan doa, cinta dan kasih sayang. Yang menggandengku di masa-masa gelap, dan melepasku kala aku siap. Yang menangkapku tiap kali aku jatuh. Yang mengobatiku tiap kali aku sakit. Yang memelukku tiap kali aku menangis. Sungguh, mereka semua yang kurindu.

Yang menertawaiku tiap kali aku melakukan hal-hal bodoh. Yang bercanda bersamaku. Yang merasakan apa yang kurasa. Yang ikut menangis bila aku menangis, yang ikut bahagia tiap kali aku menang. Yang menjadi tempatku mengadu tiap kali aku kalah. Yang dengan seluruh tenaga akan mendorongku untuk kembali berjuang. Mereka-mereka itulah yang kurindu.

Yang seiring sejalan bersamaku. Yang setia menemaniku mengarungi hidup. Yang menegurku tiap aku silap. Yang banyak mengajariku hal-hal yang berguna. Yang selalu menegarkanku. Yang selalu menjagaku dari segala yang mungkin menyakitiku. Yang selalu melindungiku selama aku tumbuh. Yang membuatkanku benteng penuh cinta agar kudapat tumbuh dan hidup dengan nyaman dan aman. Mereka-merekalah yang kurindu.

Yang akan kuberikan terbaik dari yang kumiliki. Yang akan selalu kubagi apa yang kupunya. Yang seluruh cinta dan rasa sayangku kuberi untuk mereka. Yang ingin kulindungi dan selalu kujaga. Yang ingin selalu kubuat bahagia, tersenyum dan tertawa. Yang ingin selalu kuiringi. Yang akan kuhibur tiap takut mencekam. Aku merindukan mereka.

Di sepanjang perjalanan aku tersenyum. Senyum penuh bahagia karena tahu sebentar lagi akan bertemu dengan orang-ornag yang kurindu, kusayang dan kucinta. Di tempatku tumbuh besar yang kusebut rumah. tempatku kembali pulang. Mereka yang kurindu,keluargaku… 🙂